Puisi Kemerdekaan 2012 - 17 Agustus 1945


Puisi Kemerdekaan 2012 - 17 Agustus 1945  ini menjadi hal yang harus anda perhatikan saat membuat puisi kemerdekaan 2012 kali ini dan harus bisa menyentuh hati setiap pendengar puisi ini, supaya mereka bisa membuat para palawan yang sudah gugur mendahului kita semua bisa bangga karena anda menghormati mereka dengan hanya mengenang jasa-jasa atas perjuangan mereka.

Untuk itulah puisi 17 Agustus 1945 ini kami berikan supaya anda bisa memahami dan bisa membuat hal yang terbaik untuk itulah kami persembahkan conoth puisi kemerdekaan 17 agustus 1945 yang kami hadirkan langsung di bawah ini, sehingga anda tinggal menyimak dan membaca dengan baik dan benar.


Puisi Kemerdekaan 2012

KEMERDEKAAN
Puisi Karya: M. Ridwan Madjaga

Terkenang merdek
a kala lalu
Penindasan angkara murka Eropa terbaru
Negeri terbakar kemerdekaan sejati
Dalam lingkar kehidupan kerakyatan

Bila merindu mencari kemerdekaan
Tiba saat kemerdekaan untuk semua rakyat
Satu tanah air, satu bangsa dan satu nusantara (gugusan pulau-pulau)

Kemerdekaan negeri telah mengalir
Dari babakan sejarah panjang
Darah rakyat yang butuh kemakmuran dan keadilan

Kemerdekaan sejati adalah pilar sejati
Sarat makna kehidupan kebangsaan
Sepadan kesetaraan untuk globalisasi
Merah putih landasan makna yang bersandingkan kedamaian

Cita rasa Indonesia merdeka era milenium
Kembali dalam lingkar kehidupan kerakyatan
Darah rakyat terbakar untuk persatuan
Otentik makna asli dan makna unik
Saraf evolusi marhaen adalah nilai kebangkitan
Separuh waktu merangkum budaya
Baku bercangkang api-pun tergenggam
Tumbuh merongrong tradisi baru yang pun menjelma

Cita rasa Indonesia merdeka erat berkait
Mensaji esensi selera memandu ragam rakyat
Tanpa ragu tanpa pergeseran otoritas

Kemerdekaan negeri telah mengalir
Gambar bergumul ragam kepentingan
Pandang makna, pandang nilai, pandang bercipta moral susila merangkum
ragam
Serangkai berjalan mendekati senang
Pandu tajam kesejahteraan membalut kemerdekaan

Perjuangan cita rasa adalah habitat kemerdekaan
Pinus bergaris ruang terekat berjuis dan lagak-lagak kemiskinan
Tampak kayu, atas gunung dan turun tebing
Dari pertapaan kemewahan dan makna
Buka pintu peroleh lapang pembawa selera
Lentur terikat gerak peran negara
Ragam bersandar ruang-ruang dan dermaga
Bijak kemerdekaan dan rujuk kebangsaan
Simpul-simpul merangkai terhibur penyair jalanan

Bila merindu mencari kemerdekaan
tiba saatnya kemerdekaan untuk semua rakyat
satu tanah air, satu bangsa, dan satu nusantara (gugusan pulau-pulau)


Dengan ini semoga info puisi kemerdekaan 17 agustus 1945 bisa dilaksanakan dengan baik dan benar.

{ 0 comments... read them below or add one }

Posting Komentar